Aku yakin bahwa setiap orang yang saling mencintai tidak ingin berjauhan. Tapi kadang tak ada banyak pilihan. Pilihannya hanya tidak dan memilih orang lain. Atau ya, dan memilih berjauhan. Jika cinta sudah menguasai hati dan pikiran, rasanya tidak mungkin menanti orang lain. Jika cinta sudah menguasai hati dan pikiran, segala rintangan seolah terabaikan. Termasuk konsekuensi berjauhan.
Rindu adalah konsekuensi utama berjauhan. Dua orang yang saling mencintai seolah tak ingin terpisahkan. Mereka ada untuk saling mengisi kekosongan. Saling mengisi kesepian. Saling mengisi kekurangan. Dalam pengertian akan ketidaksempurnaan. Dan mereka seolah penuh, terhibur, dan berkelimpahan ketika bertatapan.
Meskipun di jaman sekarang ada banyak fasilitas yang dapat membantu kebutuhan pasangan yang berjauhan, rindu hanya bisa diselesaikan oleh pertemuan. Sejernih apapun suara yang kamu dengar, sejelas apapun layar yang kamu lihat, sesering apapun kamu bertukar kabar, rindu hanya bisa diselesaikan dengan pertemuan.
Tapi, kadang tak ada banyak pilihan. Semakin jauh jarak yang memisahkan, semakin terbatas kemungkinan. Menahan rindu adalah makanan keseharian. Kekosongan seolah naik ke permukaan. Rindu hanya bisa diselesaikan ketika bertatapan.
Kelak kebersamaan akan menjadi milik pasangan yang berjauhan. Rindu tak lagi menjadi makanan keseharian. Mereka akan merasa penuh dan berkelimpahan. Karena dimengerti dalam ketidaksempurnaan.
Sesungguhnya, aku tak ingin berjauhan. Rinduku sungguh tak tertahankan.
Tapi hidup ini adalah pilihan bukan? Terkadang, suatu keadaan tidak dapat memilih juga merupakan pilihan.